Select Menu

Slider

Diberdayakan oleh Blogger.

Live Stage

Band

Album Review

Live Stage

Download

Surabaya Footnote

Top Figure

Video Release



The Wise sejenak menghilang saat para personil sibuk dengan rutinitasnya, hingga pergantian personil pada drummer jadi puncaknya bulan lalu. Meski begitu, 10 lagu sudah direkam untuk album pertamanya. Single Alam dan Manusia menjadi bukti bahwa album milik band penyandang status 'Favorite New Comers' ICEMA 2014 kemarin ini berangsur nyata. Melalui Live Session #3 The Wise yang sekarang dihuni Erwin (vokal & gitar), Angga (vokal & gitar), Raditya (bass) dan Rere (drum) tampil membawakan lagu barunya tersebut. "Lagu ini (Alam dan Manusia) menceritakan tentang manusia yang telah mengabaikan alamnya," terang Raditya yang menulis liriknya bersama Erwin. 70% progress albumnya sudah terselesaikan, The Wise pun berjanji akan merilisnya dalam waktu dekat.

- -
Album Good News sepertinya layak menjadikan The Flins Tone sebagai salah satu band produktif di Surabaya, pasalnya album tersebut jadi yang ketiga dalam lima tahun terkahir. Sesuai dengan titelnya, akhir pekan lalu (21/3) TFT pun memberi kabar baik tentang albumnya yang sudah kelar dan segera rilis secara mandiri. Dalam gathering bertajuk 'Listening Party' The Flins Tone memutar 10 lagu baru yang nantinya akan dikemas dalam album Good News.

'Listening Party' yang berlangsung di Coffee Toffee bilangan Klampis itu jadi forum gathering bagi TFT bersama rekan-rekannya termasuk TFTeam. Acara dimulai sejak pukul 7 malam dengan menyuguhkan sesi tanya jawab terkait album baru serta pembukaan pre-order. "Album Good News bakal kami rilis secara bertahap dengan beberapa kemasan. Format kaset tape limited kami rilis lebih dulu bulan Mei nanti, tidak lama setelah itu akan rilis digital via iTunes, dan terakhir baru dalam bentuk CD," terang Kiky, mewakli rekan-rekannya.

Lebih lanjut tentang albumnya, Kiky juga menjelaskan secara detail cover yang mereka gunakan. Mulai dari gambar wajik, merpati dan hati; semuanya dianalogikan sebagai harapan baik dengan kondisi band yang kembali berempat setelah Jerry memutuskan keluar tahun lalu. "Meski sudah resign dari TFT, kami dan Jerry masih terlibat dalam penggarapan beberapa materi lagu," lanjut Kiky. Dari segi sound dan materi, The Flins Tone mengaku tidak selalu mendapat pengaruh dari musik-musik pop punk saja, tapi juga dari band-band alternative 90-an macam Smashing Pumpkins dan Foo Fighters.

Hadir pula produser dan engineer album Good News, Aditya Arissaputra yang berbicara tentang proses rekamannya di L-One Studios. Menurutnya materi TFT sudah cukup matang dan berkarakter sehingga sesi recording terbilang cukup cepat. "Sekitar 3 minggu kami menghabiskan 10 materi lagu untuk direkam, sedangkan proses mixing dan mastering berlangsung sekitar 6 bulan. Kami mengerjakannya dengan santai demi hasil yang memuaskan," ujarnya.

Setelah sesi tanya jawab yang diselingi pemutaran track by track album ketiga, The Flins Tone juga tampil akustik membawakan empat lagu ditambah encore karena hujan yang turun di penghujung acara. Salah satu lagu baru yang mereka tampilkan ialah Stagnasi. Single tersebut baru mereka lepas ke publik di hari yang sama melalui unggahan audio visual di akun Youtube-nya. Setelah itu, Kiky, Rudi, Ucup dan Bimo membawakan beberapa lagu lama seperti Popularitas Bintang Media hingga Hariku Harimu.

Teks: Rona Cendera Foto: Rido Ramadhan
- -
Jumat pekan lalu (13/3) The Flins Tone mengumumkan titel album terbaru mereka yang dinamai Good News. Album tersebut berisikan 10 lagu baru dengan mengandalkan single Stagnasi yang kini sudah tersedia di iTunes. Single Stagnasi dirilis bersamaan dengan agenda Listening Party The Flins Tone yang akan berlangsung sore ini (21/3) di Coffee Toffee Klampis Surabaya. 

Dalam acara tersebut, band yang kini dimotori oleh Kiky (vokal), Rudy (gitar), Ucup (bass) dan Bimo (drum) ini akan memperdengarkan untuk pertama kalinya materi-materi yang ada di album Good News, selain itu TFT juga membuka pre-order album beserta limited bundle berisikan kaos dan kaset tape album Good News yang dapat dipesan dalam acara tersebut.

Berikut bocoran tracklist yang ada di album Good News. Album tersebut merupakan rilisan ketiga kolektif pop punk Surabaya ini setelah EP Flinsnopsis (2010) dan He's The Best Actor For This Episode (2012).

Tracklist:
01. Good News
02. Early Morning
03. Suatu Saat Nanti
04. Better Being Bitter
05. Forget Me In Vegas
06. Roots
07. Stagnasi
08. 16 Dramaturgi
09. Peran Antagonis
10. Save the Worst for the Last




-
Menindaklanjuti perilisan album teranyarnya yang bertitel II beberapa waktu lalu, unit hardcore Bandung, Tragedi segera menggelar showcase dalam rangka release party 11 April 2015 mendatang di Institut Français d'IndonĂ©sie (IFI) Bandung. Showcase ini juga digelar sebagai apresiasi atas dukungan penuh skena terhadap karya-karya Tragedi di album ke-duanya. 

Tak seperti kebanyakan showcase, Tragedi mengedepankan konsep kolaborasi visual di showcase-nya nanti. Tujuh visual artist telah siap berkolaborasi, mereka adalah Airlangga “Cepot” Leonardo, Dissa “Jakess” Kamajaya, Irvan “Ipin” Rahadian, Damanik “Mengky” Mukti, Bayu “Masbay” Rakhmadio, Mulki “Iyung” Yardan, dan M. Akbar. “Nanti, masing-masing visual artist bakal nampilin satu karya visualnya untuk satu lagu. Mereka (visual artist) bakal “main” live, nggak cuma click and play. Hampir mirip kayak video maping, lah,” ujar Zanoe, gitaris Tragedi.

Selain berkolaborasi dengan tujuh visual artist, Tragedi juga bakal berbagi panggung dengan dua band kenamaan kota Bandung, Outright dan Alice. Secara sengaja Tragedi menggelar acara ini tanpa pungutan biaya tiket masuk alias gratis dengan invitation. Layaknya profesional invitation-nya bisa didapat via microsite yang dibuat khusus untuk gelaran ini. Invitation-nya bisa didapat di bit.ly/tragedireleaseparty.

“Gratis? Anggap aja ini ucapan terima kasih kami sama pribadi dan pihak-pihak yang udah ngedukung kami selama ini berkarya. Semua antisipasi kemungkinan udah dipikirin matang-matang termasuk keamana dan kenyaman penonton. Makannya kenapa kami memberlakukan invitation, supaya masih bisa dikontrol,” jelas Ami, drumer Tragedi.

“Diluar hal itu, saya, sih, percaya kalau dewasa ini penikmat musik hardcore dan sejenisnya udah pada pinter dan punya behavioral yang bagus terkait menikmati atau menonton gelaran musik berisik. Mereka tau cara nge-treat pribadi sama lingkungannya buat ngejaga gelaran yang mereka nikmati berjalan dengan baik, aman, dan, ya, mudah-mudahan lancar,” pungkas Zanoe.
-