Select Menu

Slider

Diberdayakan oleh Blogger.

Live Stage

Band

Album Review

Live Stage

Download

Surabaya Footnote

Top Figure

Video Release

Sukses mengeluarkan album pada awal tahun 2014 Wolfxfeet melepas Reckless Heart di penghujung tahun. Single bertema sosial ini cukup manis bagi ukuran oldskul seperti mereka. Pasalnya tidak ada ketukan drum yang benar-benar rapat seperti biasanya. Bahkan distorsi kotor dan teriakan-teriakan bebas khas mereka juga diredam.

Namun bukan berarti lagu tersebut menggambarkan kemasan anyar mereka karena lagu tersebut dirilis atas dasar kepedulian mereka terhadap konflik yang menimpa Palestina. “Reckless Heart menceritakan bagaimana keseharian anak-anak Palestina yang selalu merasakan dentuman dan gencatan senjata api hampir tiap hari,” tulis mereka dalam rilis persnya. Unit oldskul hardcore ini tidak sendiri, Bagas dari Average Hit mengambil peran vokal secara penuh yang diiringi komposisi emosional ala WolfxFeet.

WolfxFeet bisa dibilang cukup produktif. Tahun 2014 adalah tahun dimana Wolfxfeet turut andil dalam meramaikan riuh rendah perkembangan skena hardcore. Someone Hate Everyone Care menjadi pembuka yang gahar di awal tahun. Single Reckless Heart juga akan dilepas dalam Ronascent Compilation Vol.2 bulan Desember mendatang bersama band-band Surabaya lainnya.


Ian Darmawan

Mahasiswa sastra tingkat akhir di perguruan tinggi negeri. Terkadang gitar atau bass menjadi posisi favorit ketika bermusik. Sangat mencintai tanah air, komik, musik, sk8, dan segala elemen kebaikan di alam semesta.
Baca tulisan Ian lainnya
- - -
Sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, dalam gelarannya kali ini Bandung Berisik tak hanya memberi suguhan perform estafet band-band metal se-Indonesia dengan panggung dan tata suara yahud, tahun ini 3Hundred selaku penyelenggara menawarkan konsep industrial karnival di mana penonton dapat menikmati area kemping yang disertai potongan-potongan logam dan gerigi di sekitarnya. "Konsep seperti itu dipilih karena kami ingin menyuguhkan pengalaman menikmati musik metal dengan beragam sajian instalasi yang menarik ibarat sebuah karnaval yang hadir dengan sederet atraksi unik," tulis Bandung Berisik di rilis persnya. Dark Carnival dipilih sebagai tajuk festival tersebut yang menggambarkan bahwa lebih dari 20 band underground akan tampil sebagai rentetan dari karnaval tersebut.

Bandung Berisik akan digelar akhir pekan depan (29/11) yang bertempatkan di Lapangan Brigif Cimahi, Bandung. Perihal line up band tidak perlu diragukan lagi, sejak 1995 festival yang punya andil membesarkan scene musik di Bandung ini selalu menampilkan band-band berkualitas baik dari segi musik juga performa. "Mereka yang akan tampil di Bandung Berisik merupakan nama-nama bereputasi mentereng di kancah musik metal Indonesia yang sudah tidak diragukan lagi kualitasnya," tulisnya.

Band underground papan atas macam Burgerkill, Jasad, Down For Life, Seringai, Alone At Last hingga Rosemary akan tampil di sana. Selain nama-nama tersebut, hadir pula kolektif dari kota-kota lain yang tak kalah bagus kualitasnya seperti Revenge The Fate, Melody Maker, Kapital, Kaluman, Parau dan masih banyak lagi. Surabaya sendiri diwakili oleh dua band yang sedang panas tahun ini, yakni Fraud dan Sebuah Tawa Dan Cerita.

"Kemasan pertunjukan yang memadukan secara ironis antara konsep industrial dan alam jadi satu bentuk artistik tersendiri. Kami berupaya mengajak penonton untuk merasakan detil artistik dari Bandung Berisik 2014 tentunya masih dengan kualitas tata suara yang mencapai ratusan ribu watt agar semuanya bisa mencapai klimaks," lanjutnya. Tidak peduli musim hujan tengah melanda karena suguhan distorsi berat yang membaur dengan alam akan jarang ditemui.
-

Indonesian Cutting Edge Music Awards (ICEMA) 2014 telah mengumumkan hampir seluruh nominasinya. Dikatakan hampir karena khusus kategori Favorite New Comers masih membuka pendaftaran sehingga kemungkinan nominasi akan terus bertambah sampai batas voting 21 November mendatang. Dari seluruh nominasi yang terdata, hadir pula 10 band lokal Surabaya turut meramaikan persaingan ajang penghargaan musisi non mainstream tanah air tersebut. Sebagian diantaranya merupakan nama baru seperti Methiums, Timeless, The Wise, Hakash, Just! dan Reveur. Sedangkan sisanya Deavdata, Hi Mom!, Dopest Dope dan Headcrusher. Mereka terbagi dalam beberapa kategori berbeda yang akan bersaing bersama banyak musisi se-Indonesia untuk meraih voting dan penilaian tim dewan juri.

Sesuai dengan yang diterapkan, ICEMA 2014 membuka 20 kategori dengan rincian 14 kategori tiap genre, 4 kategori favorit dan 2 kategori khusus. Dopest Dope, Hi Mom!, Methiums, Devadata dan Reveur masuk dalam kategori tiap genre yang penilaiannya akan ditentukan voting tertutup oleh 35 tim juri perwakilan dari 11 kota serta penilaian langsung oleh tim inti dewan juri yang dipimpin jurnalis Rolling Stone Indonesia, Wendi Putranto.

Kategori Best Indie Rock Track menempatkan Dopest Dope dan Hi Mom! sebagai nominasi yang akan bersaing dengan 14 band lain macam Pandai Besi, Barefood, Mata Jiwa, Vague, Monkey To Millionaire, Shorthand Phonetics hingga Ramayana Soul. Devadata dan Reveur masuk dalam kategori Best Punk/Hardcore/Post-Hardcore Track dengan tujuh pesaingnya; Begundal Lowokwaru, Senja Dalam Prosa, The Kuda, LKTDOV, Durga, Inlander dan WeThePeople. Sedangkan proyek solo Methiums mewakili Surabaya dalam kategori Best Metal Track bersama Carnivored, Down For Life, SSSLOTHHH, Divine, Krack, Terapi Urine, Percuma, Parau dan Funeral Inception.

Kategori favorit yang di mana publik memiliki peran dalam voting juga menempatkan kelima band tersebut. Dopest Dope dengan single The Luck Song, Devadata dengan Supremacy, Hi Mom! dengan Midnight Float Sunrise For Sara dan Reveur dengan Lamentation bersaing ketat bersama total 118 band untuk mendapat award sebagai The Most Favorite Track ICEMA 2014. Methiums yang merupakan proyek tunggal Arya Akbara melalui singlenya Buster Rancher masuk 30 besar jajaran nominasi The Most Favorite Solo Artist.

Masih dari kategori favorit, Methiums juga terdaftar dalam kategori Favorite New Comers (FNC) bersama band Surabaya lainnya yakni The Wise, Timeless, Headcrusher, Hakash dan Just!. Keenam band tersebut kini berstatus 100 besar setelah menyisihkan ratusan band lainnya. FNC sendiri dihuni oleh musisi-musisi yang berpotensi menjadi bintang baru, sebut saja Atlesta, Rayhan Sudrajat, The Global Stretching, Still Virgin, The Clouds, GERRAM, Ansaphone, Dancing Donuts dan masih banyak lagi. Kategori yang edisi sebelumnya dimenangkan oleh Mooikite, AFFEN, Bvrtan, Fuentes dan Mesa Sinaga ini akan dipilih maksimal 10 terbaik oleh tim dewan juri.

Melihat rekam jejak scene Surabaya yang terus bergejolak selama dua tahun terakhir, tidak berlebihan jika tahun 2014 menjadi bukti bahwa barometer rock yang dulu pernah melekat mulai perlahan kembali. Meski tak lagi berbicara rock, setidaknya Surabaya yang lekat sebagai kota konsumtif berangsur produktif. Bisa dilihat dengan mayoritas hadirnya band-band belia yang masuk nominasi ICEMA 2014. Meski prestasi tak melulu berwujud piala, kami tetap berharap agar Surabaya kembali mengirimkan wakilnya sebagai peraih penghargaan di ajang tersebut.
- - - - - - - - - - -
Komite Indonesian Cutting Edge Music Awards (ICEMA) 2014 akhirnya mengumumkan seluruh nominasinya dini hari tadi (1/11) (Lihat Nominasi ICEMA 2014). Seluruh nominasi itu nantinya akan memperebutkan 18 kategori prestisius dalam skena musik non-mainstream di Indonesia. Pengumuman tersebut juga bersamaan dengan dimulainya proses pemungutan suara yang ditujukan untuk membantu penilaian dewan juri. 

Seluruh karya yang masuk dalam kurun waktu 24 bulan telah melalui proses seleksi ketat terhitung sejak Agustus 2012 hingga Juli kemarin. "Daftar nominasi tahun ini dihasilkan dari sebuah proses menyimak dengan cermat ratusan lagu yang masuk serta diwarnai adu argumentasi panjang selama beberapa pekan oleh anggota Tim Kategorisasi ICEMA 2014,” tutur Wendi Putranto yang berperan sebagai ketua dewan juri ICEMA 2014.

Dalam gelarannya yang ketiga, ICEMA membuka 20 kategori dengan rincian 14 kategori berdasarkan genre, 4 kategori favorit serta dua kategori khusus. Tim dewan juri yang terdiri dari Wendi Putranto (Rolling Stone Indonesia), David Tarigan (Pengamat Budaya Kontemporer), Sandra Asteria (Guvera Indonesia), Denny Sakrie (Pengamat Musik), Eric Wirjanata (Deathrockstar), Harlan Boer (Musisi) dan dan Indra Ameng (Ruang Rupa) memiliki hak mutlak dalam penilainnya. Kinerja mereka pun turut dibantu oleh sistem voting dengan dua tipe, yakni tertutup dan terbuka yang telah dimulai hari ini (1/11).

Sebanyak 35 nama penggiat musik yang tersebar di Jakarta, Bandung, Bogor, Solo, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Bali, Makasar, Medan dan Palembang akan membantu dewan juri dalam penilaian 14 kategori tiap genre. Sedangkan proses pemungutan suara terbuka dapat dilakukan secara online oleh publik melalui situs ICEMA. Berbeda dengan voting tertutup, voting terbuka diperuntukan terhadap 4 kategori favorit, yaitu The Most Favorite Track ICEMA 2014, The Most Favorite Group/Band/Duo, The Most Favorite Solo Artist dan Favorite New Comers. Dua kategori lain, Best Album dan Life Achievment akan diputuskan langsung oleh tim inti dewan juri.

Selama proses voting dan penilaian, ICEMA masih membuka pendaftaran untuk kategori Favorite New Comers hingga 21 November. Proses pemungutan suara untuk kategori yang dinilai cukup bergengsi itu digunakan dalam menentukan 100 besar yang nantinya akan dipilih maksimal 10 terbaik oleh dewan juri. Aransemen musik dan lirik, aspek komunikatif, karakter dan juga orisinalitas menjadi empat dasar penting bagi penilaian yang hasilnya akan diumumkan 18 Desember mendatang.

Bertemakan Celebrating 20 Years Of Independent Music Movement, ICEMA 2014 berupaya mengapresiasi seluruh musisi non mainstream untuk mendapat penghargaan yang bermartabat sehingga kedepannya dapat berdampak positif bagi para pemenang. “Semoga nominasi kali ini mencerminkan kemajuan pesat musicianship serta estetika komunitas pembuat musik berbakat di Tanah Air yang mewakili keunggulan di bidangnya masing-masing. Saatnya kini penggemar musik Indonesia ikut memilih siapa saja artis yang layak menjadi favorit untuk meraih penghargaan musik bermartabat," tutup Wendi.
-